OpenCADStudio, CAD Gratis Open Source yang Bisa Buka dan Simpan DWG/DXF
Jakarta – Pengguna CAD kini punya alternatif baru untuk mengolah gambar teknik tanpa harus bergantung sepenuhnya pada software CAD komersial. OpenCADStudio hadir sebagai aplikasi CAD open-source yang mendukung gambar 2D dan pemodelan 3D, termasuk membaca dan menulis file DWG serta DXF secara native.
Menariknya, proyek ini tidak hanya tersedia untuk desktop. OpenCADStudio kini juga dapat dijalankan langsung melalui browser.
OpenCADStudio dikembangkan oleh Hakan Seven dan dibangun menggunakan bahasa pemrograman Rust. Proyek ini tersedia secara terbuka di GitHub dengan lisensi GPL-3.0. (GitHub)

Bukan Sekadar DWG Viewer
OpenCADStudio sejak awal dirancang sebagai aplikasi CAD untuk kebutuhan drafting dan pemodelan, bukan sekadar program untuk membuka file DWG.
Pada sisi 2D, aplikasi ini sudah menyediakan berbagai perintah yang familiar bagi pengguna CAD, seperti LINE, PLINE, RECTANG, CIRCLE, ARC, ELLIPSE, SPLINE, HATCH, OFFSET, TRIM, EXTEND, FILLET, MOVE, COPY, ROTATE, SCALE, hingga MIRROR.
Artinya, pengguna yang sudah terbiasa dengan workflow CAD berbasis command line tidak harus mempelajari konsep yang sepenuhnya berbeda.
OpenCADStudio juga menyediakan object snap, polar tracking, dynamic input, grid snap, serta command history untuk membantu pekerjaan drafting presisi. (GitHub)

No posts
Bisa Buka dan Simpan DWG serta DXF
Salah satu daya tarik terbesar OpenCADStudio adalah dukungannya terhadap format DWG dan DXF.
Menurut repository resminya, aplikasi ini dapat membaca dan menulis DWG serta DXF mulai dari R13 hingga R2018.
Dukungan tersebut membuat OpenCADStudio berpotensi digunakan dalam alur kerja yang memang masih mengandalkan format DWG/DXF sebagai format pertukaran gambar teknik.
Selain DWG dan DXF, OpenCADStudio juga mendukung sejumlah format lain. Di antaranya:
- STL untuk kebutuhan model 3D
- STEP AP203 untuk pertukaran data CAD
- OBJ untuk impor model 3D
- PDF untuk ekspor layout
- WBLOCK untuk menulis objek atau block ke file eksternal
- XREF untuk referensi eksternal
(GitHub)
Fitur 2D-nya Cukup Lengkap
Untuk pekerjaan drafting, OpenCADStudio menawarkan fitur yang cukup menarik. Pengguna dapat membuat geometri dasar sekaligus melakukan modifikasi terhadap objek yang sudah dibuat. Beberapa perintah yang tersedia antara lain:
| Menggambar | Modifikasi | Transformasi |
|---|---|---|
| LINE | OFFSET | MOVE |
| PLINE | TRIM | COPY |
| RECTANG | EXTEND | ROTATE |
| POLYGON | FILLET | SCALE |
| CIRCLE | BREAK | MIRROR |
| ARC | STRETCH | ARRAY |
| ELLIPSE | LENGTHEN | |
| SPLINE | EXPLODE |
Aplikasi ini juga sudah menyediakan MASSPROP untuk memperoleh informasi seperti luas, perimeter dan centroid dari objek yang dipilih. (GitHub)
Tidak Berhenti di 2D, Ada Pemodelan 3D
OpenCADStudio juga membawa kemampuan pemodelan 3D. Beberapa perintah yang tersedia mencakup:
- BOX
- SPHERE
- CYLINDER
- EXTRUDE
- REVOLVE
- LOFT
- SWEEP
- ARRAY3D
Aplikasi menggunakan ACIS tessellation untuk menampilkan entity seperti 3DSOLID, REGION, dan BODY yang terdapat dalam file DWG/DXF. (GitHub). Namun, penting untuk memberikan konteks.
OpenCADStudio masih merupakan proyek yang sedang berkembang. Karena itu, keberadaan fitur 3D tidak otomatis berarti kemampuan modeling-nya sudah setara dengan software CAD profesional yang telah dikembangkan selama puluhan tahun.
Ada Layout dan Paper Space
Fitur lain yang cukup menarik adalah dukungan terhadap model space dan paper space.
OpenCADStudio menyediakan sistem multi-tab layout, viewport untuk memproyeksikan model ke paper space, serta pengaturan posisi kamera yang dapat disimpan pada masing-masing layout.
Pengguna juga dapat masuk ke viewport melalui mode MSPACE dan mengedit objek model secara langsung.
Untuk kebutuhan pencetakan, tersedia pula pengaturan plot style seperti CTB dan STB, layout manager, serta perintah PRINT. (GitHub)
Bagi drafter, fitur semacam ini penting karena workflow CAD bukan hanya tentang membuat garis dan objek, tetapi juga bagaimana gambar tersebut dipresentasikan dan dicetak.
Dimensi, Text, Leader dan Tabel
OpenCADStudio juga sudah masuk ke area anotasi.
Aplikasi mendukung berbagai jenis dimensi, termasuk:
- Linear
- Aligned
- Angular
- Radial
- Diameter
- Ordinate
Pengaturan DIMSTYLE juga tersedia, termasuk parameter seperti DIMASZ, DIMSCALE, DIMEXO, dan DIMEXE.
Untuk teks tersedia TEXT, DTEXT, dan MTEXT, sementara kebutuhan anotasi dapat menggunakan MLEADER.
OpenCADStudio bahkan sudah menyediakan dukungan untuk GD&T feature control frames serta entity tabel. (GitHub)
Rendering Menggunakan GPU
Di balik tampilannya, OpenCADStudio menggunakan teknologi yang cukup modern.
Aplikasi ini ditulis menggunakan Rust, sementara rendering GPU menggunakan wgpu.
Pendekatan tersebut memungkinkan OpenCADStudio memanfaatkan GPU untuk menampilkan objek CAD. Repository resminya menyebut penggunaan 4× MSAA anti-aliasing, kamera orthographic dan perspective, ViewCube, visual style seperti Wireframe dan Shaded, serta beberapa teknik rendering lainnya. (GitHub)
Penggunaan Rust juga menjadi salah satu aspek menarik dari proyek ini karena bahasa tersebut dikenal berorientasi pada keamanan memori dan performa.
Sekarang Bisa Dipakai Langsung dari Browser
Salah satu perkembangan terbaru OpenCADStudio adalah hadirnya versi web.
Pengguna tidak perlu memasang aplikasi desktop untuk mencoba OCS. Versi web dapat dijalankan langsung melalui browser.
Pengembang mengumumkan versi web tersebut pada Juni 2026. Pada saat yang sama, OpenCADStudio juga mulai membuka sistem plugin dan menyediakan automation API. (Patreon)
Ini menjadi perkembangan penting karena aplikasi CAD biasanya membutuhkan instalasi software dan konfigurasi tertentu sebelum dapat digunakan.
OpenCADStudio Mulai Mendukung Plugin
Pengembangan OpenCADStudio juga mulai bergerak menuju ekosistem yang lebih terbuka.
Aplikasi ini kini memiliki sistem plugin sehingga pengembang lain dapat membuat tambahan fitur dan command untuk OpenCADStudio.
Tersedia pula browser bawaan untuk menemukan dan memasang plugin.
Konsep ini menarik karena kemampuan sebuah aplikasi CAD tidak lagi sepenuhnya bergantung pada fitur yang dibuat oleh pengembang utama. Komunitas dapat ikut memperluas kemampuan aplikasi melalui add-on. (Patreon)
Ada Automation API
Selain plugin, OpenCADStudio juga mulai menyediakan Automation API.
Fitur ini memungkinkan aplikasi dikendalikan dari luar untuk mengotomatisasi pekerjaan tertentu.
Potensinya cukup luas, misalnya untuk:
- Membuat gambar secara otomatis
- Memproses banyak file
- Mengotomatisasi pekerjaan drafting berulang
- Menghubungkan CAD dengan workflow atau script lain
Bagi pengguna profesional, bagian ini justru bisa menjadi salah satu fitur yang paling menarik di masa depan.
Bayangkan pekerjaan yang biasanya harus dilakukan berulang kali pada ratusan gambar dapat diproses menggunakan script.
Bisa Dipasang di Windows, Linux dan macOS
OpenCADStudio tidak hanya ditujukan untuk pengguna Windows.
Repository resminya menyediakan build untuk:
- Windows
- Linux
- macOS Apple Silicon
Untuk Linux tersedia format AppImage sehingga pengguna dapat menjalankan aplikasi tanpa instalasi tradisional.
Windows juga menyediakan executable yang dapat langsung dijalankan.
Sementara itu, versi macOS saat ini ditujukan untuk Apple Silicon, sehingga pengguna Mac berbasis Intel perlu memperhatikan keterbatasan tersebut. (GitHub)
Download OpenCADStudio
Karena OpenCADStudio merupakan proyek open-source, pengguna dapat memperoleh kode sumber maupun build yang tersedia melalui repository resminya.
Download OpenCADStudio di GitHub
Untuk pengguna yang hanya ingin mencoba aplikasi tanpa melakukan kompilasi, pilih file binary yang tersedia pada bagian Releases.
Repository resmi juga menyediakan petunjuk untuk membangun aplikasi sendiri menggunakan Rust. (GitHub)
Apakah OpenCADStudio Bisa Menggantikan AutoCAD?
Pertanyaan ini menarik, tetapi jawabannya saat ini belum sepenuhnya.
OpenCADStudio sudah memiliki banyak konsep yang familiar bagi pengguna AutoCAD, terutama dalam workflow drafting DWG/DXF. Bahkan sejumlah command dan sistem seperti layer, layout, viewport, XREF, DIMSTYLE dan paper space sudah tersedia.
Namun, OpenCADStudio masih merupakan proyek yang relatif muda dan pengembangannya berlangsung sangat cepat.
Karena itu, pengguna profesional sebaiknya tidak langsung memindahkan seluruh workflow produksi ke OpenCADStudio sebelum mengujinya terhadap file dan kebutuhan pekerjaan masing-masing.
Untuk drafting sederhana, membuka dan mengedit DWG/DXF, eksperimen CAD, Linux workstation, pendidikan, maupun proyek open-source, aplikasi ini jauh lebih menarik untuk dicoba.
Menarik untuk Pengguna Linux
Salah satu kelompok pengguna yang berpotensi mendapatkan manfaat besar adalah pengguna Linux.
Dukungan DWG/DXF selama bertahun-tahun menjadi salah satu tantangan bagi pengguna CAD di luar ekosistem Windows.
OpenCADStudio menawarkan kombinasi yang menarik: open-source, Linux support, native DWG/DXF, 2D drafting dan 3D modeling.
Sejumlah pengguna di komunitas engineering juga telah memberikan respons positif terhadap proyek ini, meskipun tetap perlu diingat bahwa pengalaman pengguna komunitas bukan pengganti pengujian teknis terhadap workflow produksi. (Reddit)
Masih Dalam Pengembangan
Hal terpenting yang perlu dipahami sebelum menggunakan OpenCADStudio adalah status proyeknya.
Ini bukan aplikasi CAD matang yang sudah berada di tahap akhir pengembangan.
Repository GitHub menunjukkan proyek ini masih aktif menerima perubahan dan memiliki sejumlah issue yang sedang ditangani. (GitHub)
Perkembangan yang cepat justru menjadi salah satu daya tariknya.
Dalam beberapa bulan terakhir, OpenCADStudio berkembang dari aplikasi desktop menjadi proyek yang juga memiliki versi web, sistem plugin dan automation API. (Patreon)
Dengan kata lain, fitur yang tersedia hari ini masih dapat berubah cukup cepat.
Kesimpulan
OpenCADStudio adalah salah satu proyek CAD open-source yang menarik untuk diperhatikan pada 2026.
Daya tarik utamanya bukan sekadar karena aplikasi ini gratis. OpenCADStudio mencoba menghadirkan workflow CAD yang familiar, dukungan DWG/DXF native, drafting 2D, pemodelan 3D, paper space, layout, XREF, anotasi, rendering GPU, hingga kemampuan berjalan di Windows, Linux dan macOS Apple Silicon.
Kehadiran versi web, plugin dan automation API membuat proyek ini semakin menarik.
Namun, OpenCADStudio masih berada dalam tahap pengembangan aktif. Jadi, aplikasi ini lebih tepat dipandang sebagai alternatif CAD open-source yang sangat menjanjikan, bukan sebagai pengganti penuh AutoCAD atau software CAD profesional lainnya.
Bagi drafter, mahasiswa, engineer, pengguna Linux, pengembang software, maupun siapa saja yang tertarik dengan masa depan CAD open-source, OpenCADStudio layak masuk daftar aplikasi yang perlu dicoba.
Proyek ini masih muda, tetapi arahnya menarik.
Untuk sumber utama, gunakan repository OpenCADStudio di GitHub dan OpenCADStudio Web sebagai link download/akses utama.
