Part 1: Mengenal Workspace Google SketchUp 8
Google SketchUp 8 merupakan salah satu versi SketchUp yang cukup populer untuk membuat model 3D arsitektur, interior, furniture, produk, hingga berbagai kebutuhan desain lainnya. Sebelum benar-benar menggunakan Sketchup versi terbaru, menggunakan Google Sketchup versi 8 sangatlah membantu dan penting untuk mendalami Sketchup.
Bagi pemula, tampilan SketchUp pada awalnya mungkin terlihat sederhana. Namun, di dalam workspace tersebut terdapat berbagai tool yang memiliki fungsi berbeda-beda. Jika memahami fungsi masing-masing kelompok tool, proses membuat model 3D akan menjadi jauh lebih mudah.
Pada tutorial ini kita akan mengenal workspace Google SketchUp 8, kemudian mengelompokkan tool berdasarkan fungsinya, lengkap dengan shortcut dan beberapa trik yang dapat mempercepat proses modeling.
Catatan: Google SketchUp 8 merupakan software versi lama. Nama dan susunan beberapa toolbar dapat berbeda dengan SketchUp versi modern. Artikel ini difokuskan pada konsep dan tool yang tersedia pada SketchUp 8.
1. Mengenal Workspace Google SketchUp 8
Ketika membuka Google SketchUp 8, kita akan melihat beberapa bagian utama pada layar.
Secara umum workspace terdiri dari:
Pemahaman terhadap bagian-bagian ini penting karena hampir seluruh aktivitas modeling dilakukan melalui area tersebut.
1. Title Bar
Title Bar berada di bagian paling atas jendela aplikasi.
Fungsinya untuk menampilkan:
- Nama file yang sedang dibuka.
- Nama aplikasi.
- Kontrol jendela Windows seperti minimize, maximize dan close.
Ketika file belum disimpan, biasanya nama file masih menunjukkan status seperti Untitled.
Setelah melakukan penyimpanan, Title Bar akan menampilkan nama file SketchUp.
2. Menu Bar
Menu Bar berisi kumpulan perintah SketchUp.
Pada Google SketchUp 8 kita akan menemukan menu seperti:
Menu tersebut dapat digunakan untuk mengakses fungsi yang tidak selalu tersedia pada toolbar.
A. File
Digunakan untuk mengelola file.
Contohnya:
B. Edit
Digunakan untuk melakukan perubahan terhadap model.
Contohnya:
C. View
Digunakan untuk mengatur tampilan workspace.
Contohnya:
D. Camera
Berhubungan dengan navigasi dan sudut pandang.
Contohnya:
E. Draw
Berisi tool untuk membuat geometri.
Contohnya:
F. Tools
Berisi berbagai tool modeling dan konstruksi.
Contohnya:
G. Window
Digunakan untuk membuka berbagai panel dan pengaturan SketchUp.
H. Help
Berisi bantuan dan informasi mengenai program.
3. Drawing Area
Drawing Area adalah area utama tempat kita membuat model.
Di sinilah kita:
Pada dasarnya, hampir seluruh pekerjaan modeling dilakukan di area ini.
4. Drawing Axes
SketchUp menggunakan tiga sumbu utama:
- Red Axis = sumbu X
- Green Axis = sumbu Y
- Blue Axis = sumbu Z
Sumbu merah dan hijau umumnya digunakan untuk arah horizontal, sedangkan sumbu biru menunjukkan arah vertikal.
Titik pertemuan ketiga sumbu disebut Origin.
Origin merupakan titik:
X = 0, Y = 0, Z = 0
Memahami axes sangat penting karena SketchUp menggunakan sistem inference untuk membantu kita menggambar secara presisi.
Trik
Saat menggambar garis, perhatikan warna garis.
Jika garis mengikuti:
- Merah โ arah sumbu X.
- Hijau โ arah sumbu Y.
- Biru โ arah sumbu Z.
Untuk mengunci arah:
- โ mengunci Red Axis.
- โ mengunci Green Axis.
- โ mengunci Blue Axis.
Ini merupakan salah satu trik terpenting dalam SketchUp.
5. Measurements / Value Control Box (VCB)
Bagian Measurements berada di bagian bawah workspace.
Fungsinya untuk memasukkan ukuran secara presisi.
Misalnya kita ingin membuat garis sepanjang 3000 mm.
Tidak perlu mengira-ngira dengan mouse.
Cukup:
- Aktifkan Line Tool.
- Klik titik awal.
- Gerakkan mouse.
- Ketik:
3000mm Tekan Enter.
SketchUp akan membuat garis dengan panjang tersebut.
Trik penting
Jangan mencari kotak Measurements dengan mouse.
Setelah menggunakan tool, langsung ketik ukuran melalui keyboard.
Misalnya:
3000 atau 3m kemudian tekan Enter.
Cara ini jauh lebih cepat daripada mencoba menentukan ukuran menggunakan mouse.
